Laman

Rabu, 26 Desember 2012

MORFOMETRI IKAN


Pengertian Morfometri
Morfometrik adalah ukuran bagian-bagian tertentu dari struktur tubuh ikan (measuring methods). Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Karakter morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain panjang total, panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan panjang sirip, dan diameter mata

Fungsi morfometrik
1)      Mengetahui ukuran tubuh ikan
2)      Untuk identifikasi jenis ikan dan umurnya
3)      Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan ikan

Berbagai ukuran bagian tubuh ikan yang sering digunakan di dalam identifikasi ikan adalah:

*      PANJANG (BIASA,BAKU)
Jarak garis lurus antara ujung bagian kepala yang paling depan sampai ke pelipatan pangkal sirip ekor
*      Panjang cagak (fork length)
Panjang ikan yang diukur dari ujung kepala yang terdepan sampai ujung bagian luar lekukan cabang sirip ekor.
*      Panjang Total
Jarak garis lurus antara ujung kepala yang terdepan dengan ujung sirip ekor yang paling belakang
*      Tinggi badan
diukur pada tempat yang tertinggi antara bagian dorsal dengan ventral,
*      Tinggi batang ekor,
diukur pada batang ekor di tempat yang mempunyai tinggi terkecil
*      Panjang batang ekor,
Merupakan jarak miring antara ujung dasar sirip dubur dengan pangkal jari-jari tengah sirip ekor
*      Panjang dasar sirip punggung dan sirip dubur
merupakan jarak antara pangkal jari-jari pertama dengan tempat selaput sirip di belakang jari-jari terakhir bertemu dengan badan. Jarak ini diukur melalui dasar sirip.
*      Panjang di bagian depan sirip punggung
Merupakan jarak antara ujung kepala terdepan sampai ke pangkal jari-jari pertama sirip punggung.
*      Tinggi sirip punggung dan sirip dubur,
diukur dari pangkal keping pertama sirip sampai ke bagian puncaknya.
*      Panjang sirip dada dan sirip perut,
Panjang terbesar menurut arah jari-jari dan diukur dari bagian dasar sirip yang paling depan atau terjauh dari puncak sirip sampai ke puncak sirip ini. Pengukuran panjang sirip dada hanya dilakukan jika bentuk sirip dada itu tidak simetris.
*      Panjang kepala,
Jarak antara ujung termuka dari kepala hingga ujung terbelakang dari keping tutup insang.
*      Tinggi kepala,
Merupkan panjang garis tegak antara pertengahan pangkal kepala dan pertengahan kepala di sebelah bawah
*      Lebar kepala,
Merupakan jarak lurus terbesar antara kedua keping tutup insang pada kedua sisi kepala.
*      Lebar / tebal badan,
Jarak lurus terbesar antara kedua sisi badan
*      Panjang hidung,
Merupakan jarak antara pinggiran terdepan dari hidung atau bibir dan pinggiran rongga mata sebelah ke depan.
*      Panjang ruang antar mata
Merupakan jarak antara pinggiran atas dari kedua rongga mata (orbita).
*      Panjang bagian kepala di belakang mata,
Jarak antara pinggiran belakang dari orbita sampai pinggir belakang selaput keping tutup insang (membrana branchiostega).
*      Tinggi bawah mata,
Merupakan jarak kecil antara pinggiran bawah orbita dan rahang atas.
*   Tinggi pipi,
merupakan jarak tegak antara orbita dan pinggiran bagian depan keping tutup insang depan (os.preoperculare).  
*      Panjang rahang atas,
adalah panjang tulang rahang atas yang diukur mulai dari ujung terdepan sampai ujung terbelakang tulang rahang atas 
 ket. 
PT. Panjang total;                                                
PB. Panjang baku;
PC. Panjang cagak;                                              
PK. Panjang kepala;
A. Sirip dubur;                                     
C. Sirip ekor;
D1. Sirip punggung depan;
D2. Sirip punggung belakang;
P. Sirip dada;       
V. Sirip perut;      
1. Moncong; 
2. Sungut;
3. Tutup insang;
 4. Sisik pada linea lateralis;
5. Scute batang ekor;           
6. Sisik di atas linea lateralis;
7. Sisik di bawah linea lateralis;
 8. Sisik tambahan
9. Scute pada bagian perut;
10. Filamen (rambut) yang dapat bergerak sendiri;
11. Kell;
12. Sirip lemak;     



  ket. 

a. Panjang hidung;
b. Panjang kepala di belakang mata;
c. Panjang antara mata dengan sudut os preoperculare;
d. Tinggi pipi;  
e. Tinggi di bawah mata;
f. Lebar mata;
g. Panjang rahang atas;  
h. Panjang rahang bawah;
i. Panjang di depan mata;
j. Tinggi kepala;
1. Maxilla;
2. Premaxilla;
3. Dentary;
4. Hidung;
5. Os interoperculare;  
6. Os preoperculare;
7. Os operculare;
8. Os suboperculare;
9. Membrana branchiostega

Pengukuran Nisbah
Selain pengukuran secara langsung, juga dilakukan nisbah atau pembandingan beberapa ukuran tubuh seperti tersebut di bawah ini:
*      Indeks panjang kepala,
Perbandingan antara panjang total dan panjang kepala
*      Indeks panjang bahu,
Perbandingan antara panjang total dan panjang bahu
*      Indeks tinggi badan,
Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan
*      Indeks sirip punggung,
Perbandingan antara panjang total dan panjang dasar sirip punggung
*      Indeks sirip dubur
Perbandingan antara panjang total dan panjang dasar sirip dubur
*      Indeks batang ekor (1),
Perbandingan antara panjang total dan panjang batang ekor
*      Indeks batang ekor (2),
Perbandingan antara panjang batang ekor dan tinggi batang ekor
*      Indeks tinggi kepala,
yaitu perbandingan antara panjang kepala dan tinggi kepala
*      Indeks lebar mata,
yaitu perbandingan antara panjang kepala dan lebar mata
*      Indeks rahang atas,
yaitu perbandingan antara panjang kepala dan panjang rahang atas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar